-->




.

Makna "HALAL BI HALAL"

Oleh: Prof. Dr. Quraish Shihab

Halal bihalal, dua kata berangkai yang sering diucapkan dalam suasana Idul Fitri, adalah satu dari istilah-istilah “keagamaan” yang hanya dikenal oleh masyarakat Indonesia. Istilah tersebut seringkali menimbulkan tanda tanya tentang maknanya, bahkan kebenaranya dalam segi bahasa, walaupun semua pihak menyadari tujuannya adalah menciptakan keharmonisan antara sesama.

Hemat saya paling tidak ada dua makna yang dapat dikemukakan menyangkut pengertian istilah tersebut, yang ditinjau dari dua pandangan. Yaitu pertama, bertitik tolak dari pandangan hukum Islam dan kedua berpijak pada arti kebahasaan.

Menurut pandangan pertama – dari segi hukum – kata halal biasanya dihadapkan dengan kata haram. Haram adalah sesuatu yang terlarang sehingga pelanggarannya berakibat dosa dan mengundang siksa, demikian kata para pakar hukum. Sementara halal adalah sesuatu yang diperbolehkan dan tidak mengundang dosa. Jika demikian halal bihalal adalah menjadikan sikap kita terhadap pihak lain yang tadinya haram dan berakibat dosa, menjadi halal dengan jalan mohon maaf.

Pengertian seperti yang dikemukakan di atas pada hakikatnya belum menunjang tujuan keharmonisan hubungan, karena dalam bagian halal terdapat sesuatu yang makruh atau yang tidak disenangi dan sebaiknya tidak dikerjakan. Pemutusan hubungan (suami-istri, misalnya) merupakan sesuatu yang halal tapi paling dibenci Tuhan. Atas dasar itu, ada baiknya makna halal bihalal tidak dikaitkan dengan pengertian hukum.

Menurut pandangan kedua – dari segi bahasa – akar kata halal yang kemudian membentuk berbagai bentukan kata, mempunyai arti yang beraneka ragam, sesuai dengan bentuk dan rangkaian kata berikutnya. Makna-makna yang diciptakan oleh bentukan-bentukan tersebut, antara lain, berarti “menyelesaikan problem”, “meluruskan benang kusut”, “melepaskan ikatan”, dan “mencairkan yang beku”.

Jika demikian, ber-halal bihalal merupakan suatu bentuk aktifitas yang mengantarkan para pelakunya untuk meluruskan benang kusut, menghangatkan hubungan yang tadinya membeku sehingga cair kembali, melepaskan ikata yang membelenggi, serta menyelesaikan kesulitan dan problem yang menghalang terjalinnya keharmonisan hubungan. Boleh jadi hubungan yang dingin, keruh, dan kusut tidak ditimbulkan oleh sifat yang haram. Ia menjadi begitu karena Anda lama tidak berkunjung kepada seseorang, atau ada sikap adil yang Anda ambil namun menyakitkan orang lain, atau timbul keretakan hubungandari kesalahpahaman akibat ucapan dan lirikan mata yang tidak disengaja. Kesemuanya ini, tidak haram menurut pandangan hukum, namun perlu diselesaikan secara baik; yang berku dihangantkan, yang kusut diluruskan, dan yang mengikat dilepaskan.

Itulah makna serta substansi halal bihalal, atau jika istilah tersebut enggan Anda gunakan, katakanlah bahwa itu merupakan hakikat Idul Fitri, sehungga semakin banyak dan seringnya Anda mengulurkan tangan dan melapangkan dada, dan semakin parah luka hati yang Anda obati dengan memaafkan, maka semakin dalam pula penghayatan dan pengamalan Anda terhadap hakikat halal bihalal. Bentuknya memang khas Indonesia, namun hakikatnya adalah hakikat ajaran Islam.
[dikutip dari: ariefhikmah.com]

23 komentar:

  1. iya yg penting niat kita baik untuk silaturahmi. . Bismillah , InsyaAllah manfaat ,hehe

    BalasHapus
  2. Bener sob, paling penting niatnya,,,
    Semoga dosa kita semua diampuni oleh Allah SWT. Aminn!!

    BalasHapus
  3. selamat berlebaran mas am mohon maaf lahir dan batin jika saya ada salah kata

    BalasHapus
  4. Met lebaran sob, mohon maaf lahir batin...

    BalasHapus
  5. @Rizky2009 & Semut:
    -> Sama2 sob, minal aidin walfaizin mohon maaf lahir & bathin,,

    BalasHapus
  6. Alhamdulillah... dapat ilmu lagi di sini

    Salam ukhuwah

    BalasHapus
  7. salam sahabat
    met idul fitri mohon maaf lahir bathin dan makasih yach

    BalasHapus
  8. Memaknai halal bi halal untuk keruknan bangsa yg sedang goyang nih...

    BalasHapus
  9. Quraisy shihab memang komprehensif jika mencerahkan kita,,,salam halal bi halal

    BalasHapus
  10. Minal Aidin Wal Faidzin :D

    BalasHapus
  11. @BeDa:
    -> Semoga bermanfaat sahabat, salam ukhuwah kembali,,
    @Mbk Dhana:
    -> Salam kembali, minal aidin walfaizin mohon maaf lahir dan bathin,,
    @Alhikam:
    -> Mudah2an cepet rukun ya, heheh

    BalasHapus
  12. @BUNTU:
    -> Bener sob, beliau ahli tafsir al-Qur'an,,
    @NgePas:
    -> Sama2 sahabat, mohon maaf lahir dan bathin jg ya,

    BalasHapus
  13. lebih enak kalo ada makan-makannya
    hehhehe

    salam

    BalasHapus
  14. tapi takute kalo ada halal bihalal, nanti malah pada nunggu halal bihalal gimana ya ? jadi gak saling mengunjungi rumah ke rumah tapi kan di halal bihalal nanti ketemu heheeheh :)

    BalasHapus
  15. yang pastinya saya seleksi dulu mas am, tp pasti saya post

    BalasHapus
  16. Asal tidak hanya sekedar aktifitas rutin saat lebaran saja, harus niat benar2 kluar dari dlm hati..
    Mumpung masih suasana lebaran ne..

    Slamat Idul Fitri 1431H, Minal Aidin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin..

    BalasHapus
  17. mumpung masih suasama lebaran ikutan halal bi halal..maaf lahir batin....

    BalasHapus
  18. @Seiri:
    -> Ya jg sob, heheheh
    @Best Product:
    -> Lucu jg tuh sob, heheh Saling menunggu jadinya,
    @Rizky2009:
    -> Oo gt ya, wah aku gk pandai nulis nih, hmmm

    BalasHapus
  19. @Adi:
    -> Bener sob, niat paling penting,,
    Mohon maaf lahir kembali sahabat,,
    @asmanu:
    -> Ya sob, mohon maaf lahir & bathin jg,,

    BalasHapus
  20. SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H

    Minal 'Aidin Wal Fa'izin
    Taqoballahu Minna Wa Minkum Taqobbal Ya Kariiim
    Mohon Maaf Lahir dan Batin

    BalasHapus
  21. Minal aidin wal faidzin yach sahabat,,,,, sukses selalu...

    BalasHapus
  22. kalau menurut saya itu saling memaafkan juga

    BalasHapus
  23. slmat hari raya idul adha temiksh atas bantuannya buat blog nya

    BalasHapus

Terimakasih atas komentarnya sahabatku semuanya. Jangan bosan-bosan berkunjung ke Amru Site ya...